Siswa SMK Sangkuriang 1 Cimahi mengakhiri hidupnya, ini kata pihak sekolah



Beriringan media, CIMAHI – Seorang remaja laki-laki berusia sekitar 17 tahun ditemukan meninggal dunia di bawah Flyover Pasopati, tepatnya di dekat taman futsal Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Selasa (10/2/2025) sekitar pukul 09.15 WIB. Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas jembatan.

Kapolsek Bandung Wetan, AKP Bagus Yudo Setyawan, mengatakan dugaan tersebut diperoleh berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian.

“Berdasarkan keterangan saksi pertama, korban terlihat memarkirkan sepeda motornya, lalu melompat dari Jembatan Pasopati,” ujar Bagus saat ditemui di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian belum mengumumkan identitas korban secara resmi. Namun dari hasil pendalaman awal, korban diketahui berasal dari Cimahi dan masih berstatus pelajar.

“Untuk nama kami belum bisa menyampaikan. Korban asli dari Cimahi, usianya sekitar 17 tahun,” ungkapnya.

Dari penelusuran Jabar Ekspres, korban diketahui berinisial MRJ (17), siswa kelas XII jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) 2 di SMK Sangkuriang 1 Cimahi.

 Dikenal Baik dan Aktif

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Sangkuriang 1 Cimahi, Siti Darajat, mengaku pihak sekolah tidak menemukan indikasi permasalahan serius pada diri almarhum, baik secara akademik maupun sosial.

Menurutnya, selama bersekolah MRJ dikenal sebagai siswa yang sopan, mudah bergaul, dan tidak pernah terlibat konflik.

“Motivasi belajar almarhum sangat tinggi. Hari Jumat sebelumnya masih mengikuti pembelajaran seperti biasa dan tidak ingin tertinggal pelajaran,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Rabu (11/2/2026).

Sebagai siswa kelas XII, MRJ juga tengah menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) pada semester lima. Berdasarkan laporan dari tempat PKL dan pembimbing, ia menunjukkan sikap yang baik dan bertanggung jawab.

“Dari informasi tempat PKL maupun pembimbingnya, almarhum dikenal baik dan menjalankan tugas dengan baik,” kata Siti.

Dari sisi akademik, performa MRJ dinilai cukup baik. Ia juga memiliki pergaulan yang luas, tidak hanya di jurusannya tetapi juga dengan siswa dari jurusan lain.

 Tidak Masuk Sekolah Sebelum Kejadian

Pihak sekolah menyebut tidak ada perubahan perilaku mencolok sebelum peristiwa terjadi. Pada Jumat sebelum kejadian, MRJ masih mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Namun pada Senin, ia tidak masuk sekolah. Wali kelas kemudian mencoba mengonfirmasi ketidakhadirannya kepada orang tua.

“Selasa pagi kami masih mencoba menghubungi orang tua untuk menanyakan alasan tidak masuk. Belum sempat mendapat balasan, kami justru menerima kabar duka dari pihak keluarga,” terang Siti.

Wali Kelas XII AKL 2, Listia Meiliana Sari, menggambarkan MRJ sebagai pribadi pendiam namun tidak pernah menimbulkan masalah.

“Di kelas baik-baik saja. Memang pendiam, tapi tidak pernah berperilaku negatif. Hari Senin sempat dikabarkan tidak enak badan,” ujarnya.

Informasi awal yang diterima sekolah dari pihak keluarga menyebut korban meninggal akibat kecelakaan, sebelum akhirnya fakta kejadian terungkap.

 Upaya Preventif Sekolah

Terkait kekhawatiran akan peristiwa serupa, pihak sekolah menyatakan telah melakukan berbagai langkah preventif, termasuk penguatan bimbingan konseling dan kegiatan pembentukan karakter.

“Kami rutin melakukan bimbingan konseling, kegiatan sosial, serta penguatan karakter dan keagamaan. Guru BK dan wali kelas juga terus melakukan pendekatan kepada siswa,” jelas Siti.

Ia menegaskan pentingnya kepekaan terhadap kondisi psikologis siswa.

“Kami harus lebih mengenal siswa lebih dalam, karena yang terlihat baik-baik saja di sekolah belum tentu sedang dalam kondisi baik,” tutupnya.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. (Redaksi)

Posting Komentar untuk "Siswa SMK Sangkuriang 1 Cimahi mengakhiri hidupnya, ini kata pihak sekolah"