Beriringan.com || KOTA CIMAHI – Presiden Mahasiswa BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (BEM KM Unjani) periode 2025–2026, Muhamad Hafizd, mengapresiasi dukungan Wali Kota Cimahi dan Polres Cimahi terhadap pelaksanaan Latihan Kader II (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung. Ia menilai, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka ruang pengembangan intelektual dan kepemimpinan generasi muda.
Namun, Hafizd menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan. Lebih dari itu, proses tersebut harus mampu melahirkan kader yang kritis, berintegritas, serta memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kaderisasi mahasiswa merupakan proses strategis untuk membentuk generasi yang mampu memahami persoalan bangsa, menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab, dan berani mengambil sikap terhadap berbagai persoalan publik.
“Apresiasi kami sampaikan atas dukungan terhadap pelaksanaan LK II HMI Cabang Bandung. Bagi saya, kaderisasi mahasiswa bukan sekadar agenda organisasi, tetapi bagian dari proses menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, membaca persoalan bangsa, dan berani mengambil sikap atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Muhamad Hafizd.
Ia menjelaskan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian para pemangku kebijakan. Karena itu, hubungan antara pemerintah, kepolisian, dan organisasi mahasiswa perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka serta menghormati independensi masing-masing pihak.
Hafizd menilai, sinergi yang terjalin seharusnya tidak membatasi ruang gerak mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, kolaborasi yang sehat harus mampu mendorong pertukaran gagasan, memperkuat dialog, dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Bagi kami, sinergi bukan berarti kehilangan daya kritis. Mahasiswa tetap harus berdiri sebagai kekuatan intelektual yang independen, mampu mengapresiasi hal yang baik, sekaligus berani mengkritisi hal yang perlu diperbaiki. Justru di situlah kedewasaan gerakan mahasiswa diuji,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hafizd menilai HMI memiliki peran strategis dalam membentuk kader yang tidak hanya memiliki kecakapan berorganisasi, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial dan kebangsaan. Melalui LK II, para kader diharapkan mampu memperkuat kapasitas kepemimpinan, mempertajam analisis, serta menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kaderisasi harus tercermin dalam tindakan nyata setelah kegiatan berakhir. Kader mahasiswa dituntut mampu menjaga integritas, mengembangkan pemikiran kritis, dan mengambil peran dalam mendorong perubahan sosial yang konstruktif.
Menurut Hafizd, dukungan pemerintah dan aparat keamanan terhadap kegiatan mahasiswa patut diapresiasi selama tetap memberikan ruang bagi organisasi untuk menjalankan fungsi intelektual dan kontrol sosial secara independen.
Ia berharap, pelaksanaan LK II HMI Cabang Bandung tidak hanya memperkuat konsolidasi internal organisasi, tetapi juga melahirkan generasi muda yang mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Hafizd menegaskan, mahasiswa harus tetap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. Dukungan dan kolaborasi perlu dijaga, tetapi independensi, integritas, serta keberanian menyuarakan kepentingan publik tidak boleh dikompromikan. Dengan prinsip tersebut, kaderisasi diharapkan mampu melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen nyata terhadap masyarakat dan masa depan bangsa.
