Wali Kota Cimahi Perkuat Pembangunan SDM Keagamaan Lewat Kenaikan Insentif Guru Ngaji
Beriringan.com | Kota Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan melalui peningkatan kesejahteraan guru ngaji. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, saat meresmikan Masjid Jami Al-Ikhlas dan menghadiri Tabligh Akbar peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah di Kampung Bobojong, Rabu (4/2/2026).
Peresmian Masjid Jami Al-Ikhlas yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat sejak 2016 ini tidak hanya menjadi peristiwa seremonial keagamaan, tetapi juga mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat infrastruktur sosial-keagamaan di Kota Cimahi.
“Masjid ini adalah bukti nyata kekuatan gotong royong warga. Ke depan, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan aktivitas sosial kemasyarakatan,” ujar Ngatiyana.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Ngatiyana menekankan bahwa peran guru ngaji memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda serta menjaga ketahanan moral masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong kebijakan afirmatif bagi para pendidik keagamaan nonformal tersebut.
Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya Pemerintah Kota Cimahi telah menaikkan insentif guru ngaji sebesar 20 persen, dan pada tahun ini peningkatan serupa kembali diupayakan sebagai bentuk keberlanjutan kebijakan.
“Kesejahteraan guru ngaji adalah investasi sosial. Jika mereka sejahtera, proses pendidikan akhlak dan nilai keagamaan di masyarakat akan berjalan lebih optimal,” katanya.
Momentum Isra Mi’raj dan menyambut bulan suci Ramadan, menurut Ngatiyana, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pembangunan spiritual seiring pembangunan fisik kota.
Dengan diresmikannya Masjid Jami Al-Ikhlas, Pemerintah Kota Cimahi berharap tercipta ekosistem keagamaan yang lebih kuat, berkelanjutan, serta mampu mendukung visi pembangunan kota yang religius, inklusif, dan berdaya saing. (Dendi)
