Ngatiyana Tekankan MPLS Harus Ramah, Sekolah Jadi Rumah Kedua bagi Anak



CIMAHI –  Beriringan media - Tahun ajaran baru resmi dimulai. Wali Kota Cimahi Ngatiyana membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 secara daring dari Command Center Pemkot Cimahi, Senin (13/7/2026).

Pembukaan MPLS diikuti para pengawas dan penilik, kepala sekolah PAUD, SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan se-Kota Cimahi. Seluruh tenaga pendidik dan peserta didik baru juga mengikuti kegiatan secara virtual dari sekolah masing-masing.

Ngatiyana mengungkapkan, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak di Kota Cimahi terus meningkat setiap tahunnya. Ribuan orang tua berlomba mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah pilihan.

"Ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan para orang tua untuk menitipkan buah hatinya di tempat-tempat terbaik," ujar Ngatiyana.

Tahun ini, tercatat 15.000 calon peserta didik mendaftar melalui sistem penerimaan murid baru. Dari jumlah tersebut, 12.226 siswa berhasil diterima di sekolah yang dipilih.

Menurut Ngatiyana, capaian tersebut patut disyukuri karena Kota Cimahi masih mampu menyediakan daya tampung yang memadai bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Bersyukur, di tengah padatnya penduduk Kota Cimahi, kita masih mampu menyediakan ruang belajar yang cukup bagi anak-anak kita," katanya.

Tak hanya soal penerimaan siswa, Ngatiyana juga memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan MPLS. Ia meminta seluruh sekolah memastikan kegiatan berlangsung ramah, aman, menyenangkan, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan.

Menurutnya, MPLS bukan sekadar mengenalkan ruang kelas atau aturan sekolah, tetapi menjadi pengalaman pertama yang akan membentuk kesan siswa terhadap dunia pendidikan.


"MPLS bukan hanya perkenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi kesan pertama yang akan memengaruhi pengalaman siswa dalam belajar dan membentuk karakter mereka," tegasnya.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi rumah kedua yang menghadirkan rasa aman, nyaman, inklusif, dan adil bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang.

Di akhir sambutannya, Ngatiyana mengajak para orang tua dan masyarakat ikut mengawasi jalannya MPLS agar kegiatan tersebut benar-benar menjadi momen positif bagi para siswa baru.

"Mari bersama-sama menjaga pelaksanaan MPLS agar anak-anak dapat mengenal warga sekolah, lingkungan belajar, proses pembelajaran, serta budaya sekolah dengan penuh kegembiraan," pungkasnya.