-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua DPRD Cimahi Soroti Minimnya Tenaga Pemulasaran Jenazah Terlatih

11 Oktober 2026 | Oktober 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T04:59:51Z


KOTA CIMAHI — Keterbatasan warga yang memiliki kemampuan mengurus jenazah masih menjadi persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut dirasakan langsung Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, saat mendapati warga di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Leuwigajah harus mengandalkan orang-orang tertentu untuk melakukan pemulasaran jenazah.

Pengalaman itu disampaikan Wahyu ketika menghadiri pelatihan pemulasaran jenazah yang digelar Forum Ormas Cimahi bersama Persikindo, Garda Nasional (GGN), dan Yayasan Baitul Mukhlishin di D' Kores, Minggu (11/10/2026).

Menurut Wahyu, tidak semua warga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengurus jenazah sesuai syariat Islam. Akibatnya, ketika terjadi kematian, masyarakat kerap kesulitan mencari tenaga yang bersedia sekaligus mampu menjalankan proses pemulasaran dengan benar.

Ia mencontohkan situasi ketika dua warga meninggal dunia dalam waktu bersamaan. Keterbatasan tenaga pengurus jenazah dapat menyebabkan proses pemulasaran harus dilakukan secara bergantian sehingga keluarga yang berduka berpotensi menunggu lebih lama.

“Ketika ada tetangga yang meninggal dunia, ternyata tidak banyak warga yang mau dan mampu mengurus jenazah. Akhirnya, harus memanggil orang yang itu-itu saja,” ungkap Wahyu.

Bagi Wahyu, kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya memperluas pengetahuan masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah. Keterampilan itu dibutuhkan agar warga tidak sepenuhnya bergantung pada segelintir orang ketika menghadapi situasi kedukaan.

Karena itu, ia mengapresiasi Forum Ormas dan LSM Kota Cimahi yang secara konsisten mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah. Kegiatan yang telah memasuki angkatan kelima tersebut dinilai menjadi salah satu upaya membangun kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan sosial di lingkungannya.

Wahyu menyampaikan bahwa pengurusan jenazah bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap sesama. Pengetahuan yang benar diperlukan agar proses pemulasaran dapat dilakukan dengan baik dan sesuai tuntunan agama.

Ia berharap peserta pelatihan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerapkan ilmunya ketika dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak warga yang siap menjadi relawan pemulasaran jenazah di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, keterlibatan kaum ibu dalam pelatihan tersebut juga menjadi langkah penting untuk memperluas ketersediaan tenaga terlatih di tengah masyarakat.

Wahyu menegaskan bahwa DPRD Kota Cimahi mendukung kolaborasi dengan pemerintah kota dan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat program-program sosial yang menjawab kebutuhan warga.

Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah sehingga keterbatasan tenaga pengurus jenazah dapat dikurangi melalui peningkatan keterampilan dan semangat gotong royong masyarakat. (Dendi)

×
Berita Terbaru beriringaninfo