KOTA CIMAHI — Keterbatasan warga yang memiliki kemampuan mengurus jenazah masih menjadi persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut dirasakan langsung Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, saat mendapati warga di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Leuwigajah harus mengandalkan orang-orang tertentu untuk melakukan pemulasaran jenazah.
Pengalaman itu disampaikan Wahyu ketika menghadiri pelatihan
pemulasaran jenazah yang digelar Forum Ormas Cimahi bersama Persikindo, Garda
Nasional (GGN), dan Yayasan Baitul Mukhlishin di D' Kores, Minggu (11/10/2026).
Menurut Wahyu, tidak semua warga memiliki pengetahuan dan
keterampilan untuk mengurus jenazah sesuai syariat Islam. Akibatnya, ketika
terjadi kematian, masyarakat kerap kesulitan mencari tenaga yang bersedia
sekaligus mampu menjalankan proses pemulasaran dengan benar.
Ia mencontohkan situasi ketika dua warga meninggal dunia
dalam waktu bersamaan. Keterbatasan tenaga pengurus jenazah dapat menyebabkan
proses pemulasaran harus dilakukan secara bergantian sehingga keluarga yang
berduka berpotensi menunggu lebih lama.
“Ketika ada tetangga yang meninggal dunia, ternyata tidak
banyak warga yang mau dan mampu mengurus jenazah. Akhirnya, harus memanggil
orang yang itu-itu saja,” ungkap Wahyu.
Bagi Wahyu, kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya
memperluas pengetahuan masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah.
Keterampilan itu dibutuhkan agar warga tidak sepenuhnya bergantung pada
segelintir orang ketika menghadapi situasi kedukaan.
Karena itu, ia mengapresiasi Forum Ormas dan LSM Kota Cimahi
yang secara konsisten mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah. Kegiatan yang
telah memasuki angkatan kelima tersebut dinilai menjadi salah satu upaya
membangun kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan sosial di
lingkungannya.
Wahyu menyampaikan bahwa pengurusan jenazah bukan hanya
persoalan teknis, melainkan juga bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap
sesama. Pengetahuan yang benar diperlukan agar proses pemulasaran dapat
dilakukan dengan baik dan sesuai tuntunan agama.
Ia berharap peserta pelatihan tidak berhenti pada pemahaman
teori, tetapi mampu menerapkan ilmunya ketika dibutuhkan masyarakat. Dengan
demikian, semakin banyak warga yang siap menjadi relawan pemulasaran jenazah di
lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keterlibatan kaum ibu dalam pelatihan tersebut
juga menjadi langkah penting untuk memperluas ketersediaan tenaga terlatih di
tengah masyarakat.
Wahyu menegaskan bahwa DPRD Kota Cimahi mendukung kolaborasi
dengan pemerintah kota dan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat
program-program sosial yang menjawab kebutuhan warga.
Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah sehingga keterbatasan tenaga pengurus jenazah dapat dikurangi melalui peningkatan keterampilan dan semangat gotong royong masyarakat. (Dendi)
