Ngabuburit Bareng Cimahi Jadi Ajang Positif, DPRD Tegaskan Pentingnya Ruang Kreatif Anak Muda


Beriringan.com || KOTA CIMAHI — Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiatmoko, menegaskan pentingnya menghadirkan ruang-ruang kreatif dan positif bagi generasi muda selama bulan Ramadan. Hal itu disampaikan menyusul suksesnya kegiatan Ngabuburit Bareng yang digelar Forum Ormas dan LSM Kota Cimahi.

Menurut Wahyu, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan wadah konkret bagi anak muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas ke arah yang membangun. Ia menilai, antusiasme peserta dalam mengikuti berbagai perlombaan menjadi bukti kuat bahwa generasi muda Cimahi memiliki potensi besar yang perlu terus difasilitasi.

“Partisipasi mereka luar biasa. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda kita siap berkembang jika diberikan ruang yang tepat,” tegas Wahyu saat dikonfirmasi di DPRD Cimahi, Senin (9/3/2026).

Kegiatan Ngabuburit Bareng diisi dengan beragam lomba bernuansa religi dan seni, mulai dari menggambar, azan, hadrah, hingga kaligrafi. Wahyu menilai, kombinasi kegiatan tersebut mampu membangun keseimbangan antara kreativitas dan nilai spiritual.

Ia juga memberikan apresiasi tegas kepada panitia penyelenggara yang dinilai berhasil menghadirkan acara berkualitas dan berdampak positif. Wahyu bahkan mendorong agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan biasa, tetapi ditingkatkan menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus dipertahankan dan diperkuat. Ini bukan hanya hiburan Ramadan, tapi investasi pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Sebagai informasi, Ngabuburit Bareng Forum Ormas LSM ini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Wahyu melihat keberlanjutan acara ini sebagai sinyal positif adanya konsistensi dalam membangun ekosistem kreatif di Kota Cimahi.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Kolaborasi antara organisasi masyarakat, LSM, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam membangun kota yang inklusif dan berdaya.

“Sinergi semua elemen masyarakat sangat penting. Kita tidak bisa membangun kota ini secara parsial,” katanya.

Wahyu juga mengingatkan generasi muda untuk tidak menjadikan rasa lapar dan lelah selama berpuasa sebagai hambatan. Sebaliknya, ia menekankan bahwa tantangan tersebut harus diubah menjadi energi untuk terus berkarya dan berprestasi.

“Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan. Justru di situlah mental dan semangat kita diuji untuk terus maju,” pungkasnya. (Dendi)